Cerita Pengalaman Menulis
Nama : Ikhfak Nurfahmi
Kelompok : 43 KKN-DRSK
Tugas 1 Menulis Cerita Pengalaman
Hari Rabu tanggal 02 September 2020 adalah hari ke-2 saya dalam mengikuti kegiatan kelas menulis online yang diselenggarakan oleh BP-KKN IAIN Palangka Raya melalui google met. Saya sangat senang sekali, karena pemateri yang diundang adalah seseorang yang berpengalaman dibidang sastra. Beliau bernama Bapak Dr. Ngainun Naim. Saya sangat kagum dengan beliau, karena beliau sudah memiliki banyak karya tulis. Sontak hati saya pun berkata; "kapan saya bisa menjadi penulis yang hebat seperti beliau ya." Seketika itu saya langsung termotovasi dan lebih bersemangat dalam menulis.
Di tengah penjelasan, beliau mengatakan bahwa; "kunci utama untuk bisa menulis itu kita harus melakukan 6 m, yaitu; menulis,menulis,menulis,menulis,menulis, dan menulis." Iya... benar sekali kata beliau, sebenarnya kita itu bisa menulis, hanya saja kita enggan untuk memulai menulis. Kita takut jika tulisan kita kurang menarik sehingga kita tidak percaya diri untuk menulis. Beliau juga mengatakan bahwa ; "kualitas tulisan kita akan baik jika kita terus menulis, seperti layaknya kita baru pertama belajar bersepeda, pasti jika baru pertama akan terasa sulit, namun jika sudah terbiasa maka akan menjadi mudah, sama halnya dengan menulis."
Jam menunjukkan pukul 13.40 WIB, karena sedang asyiknya mendengarkan penjelasan beliau, tak terasa batrai hp saya drop. Saya langsung mengecas hp dan kembali menghidupkan hp saya. Di tengah penjelasan, beliau mengatakan bahwa trik supaya kita lancar menulis adalah; "jangan mengedit tulisan sebelum tulisan itu benar-benar selesai. Tulis saja apa yang ada dalam pikiran, baru edit naskah setelah tulisan sudah selesai."
Memang benar kata beliau bahwa; mengedit tulisan sebelum tulisan itu selesai hanya akan membuat tulisan kita terhenti dan kehilangan ide dalam menulis. Karena saya sudah membuktikannya. Setiap saya menulis, kesalahan saya adalah mengedit tulisan sebelum tulisan itu selesai, hingga akhirnya tulisan saya terhenti di tengah jalan karena jadi banyak mikir. Ternyata kunci utama dalam menulis supaya bisa lancar adalah; jangan mengedit tulisan itu sebelum tulisan itu selesai.
Saya sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan Bapak Dr. Ngainun Naim, meski dalam media online. Dari beliau, saya belajar banyak hal. Terutama dalam dunia literasi. Beliau juga mengatakan bahwa; "seorang penulis harus rajin membaca, menulis dan membaca itu satu paket, kaduanya tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang bisa menulis dengan diksi yang indah dan menarik karena hasil dari membaca." Saya punya cita-cita semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi penulis yang hebat seperti Bapak Dr. Ngainun Naim yang mempunyai banyak karya. Karena kata Imam Ghazali; "jika kamu bukan anak raja, bukan anak seorang ulama, maka jadilah penulis."
Biodata Narasi
Menulis, berpuisi, bergitar meski tak bisa bernyanyi, melempar petasan di kantong celana teman adalah beberapa hal yang di sukai oleh seorang anak muda bernama Ikhfak Nurfahmi. Lahir pada tanggal merah di kota dingin Jawa Tengah 16 Agustus 1998 bertepatan dengan H-1 hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia mulai menyukai dunia tulis menulis semenjak duduk di bangku Smp. Sempat menempelkan puisi di majalah dinding sekolah namun tak ada yang membaca tapi mendapatkan penghargaan karya puisi terbaik, meski seminggu kemudian baru sadar bahwa tak ada yang menempelkan puisi di majalah dinding selain dia.
Ia sempat berhenti menulis puisi semenjak masuk SMK, namun setelah tiba di perguruan tinggi ia kembali aktif menulis puisi, cerpen, dan novel. Ia juga pernah menjadi juara 1 lomba menulis cerpen dan beberapa kali menjadi penulis cerpen terpilih. Ia juga sudah menerbitkan 3 buku solo dam beberapa buku antologi.
Dia adalah seseorang yang periang meski jarang berbicara, namun setelah kamu mengenalnya kamu akan merasakan bahwa dia adalah orang yang menyenangkan.
Kamu bisa bercengkrama dengan penulis melalui:
Ig: @nur.fahmi7
Fb: @nurfahmi
Whatsapp: 082311637786
Potensi menulismu sangat besar. Berdayakan dengan rajin membaca dan menulis setiap hari.
BalasHapusSiap pak. Terima kasih 😊😊😊
BalasHapus